IMPACT Volume 1 Issue 6

Berly Martawardaya, Andry Satrio Nugroho, & Ahmad Heri Firdaus | 05/05/2018


Banyak negara berpendapatan menengah yang terperangkap dalam situasi ketika mereka tidak mampu meningkatkan pendapatannya menuju negara berpendapatan tinggi. Hal ini kerap terjadi akibat tingginya tingkat ketergantungan masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dengan keterampilan yang rendah, didukung oleh lambannya pengembangan keterampilan tenaga kerja. Salah satu yang menjadi kunci keberhasilan mengeluarkan diri dari jebakan tersebut adalah dengan membuat inovasi baru. Di Asia, hanya Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah tersebut dengan cara mengembangkan inovasi dan memberdayagunakan sektor pengetahuan di dalamnya.


Paten dan investasi dalam bidang pengetahuan seperti pada sektor TIK merupakan salah satu indikator inovasi terpenting bagi negara. Kami melihat bahwa paten sebagai modal pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan PDB Indonesia, yang mana pada setiap kenaikan 10 persen dari keseluruhan paten yang disetujui (patent granted) dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,67 persen. Lebih lanjut, sektor TIK berpengaruh lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan 10 persen investasi pada sektor tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan PDB sebesar 1,87 persen sementara paten di sektor ini memiliki pengaruh lebih besar dengan mampu meningkatkan sebesar 2,34 persen pertumbuhan PDB.


Unduh Laporan