Home About Us Organization Structure Publications Database Links Contact
News

Atasi Krisis? Biarkan Rupiah Depresiasi Gradual

Kompas,  Rabu, 8 Oktober 2008 | 14:17 WIB

JAKARTA, RABU — Cara tercepat mengantisipasi dampak krisis AS terhadap perekonomian Indonesia adalah dengan membiarkan nilai tukar rupiah terdepresiasi secara terukur dan gradual. "BI tetap perlu mengontrol juga jangan sampai terlalu volatile, kalau masih di kisaran Rp 9400 hingga Rp 9500 bisa ditolerir dan dalam jangka waktu 3 bulan," ujar pengamat ekonomi Dradjad Wibowo, kebijakan BI menaikkan BI rate untuk menguatkan nilai tukar rupiah itu tidak tepat. Ia memaparkan hal itu dalam diskusi Antisipasi Krisis Keuangan Global di Jakarta, Rabu (8/10).

Tindakan membiarkan turunnya nilai rupiah secara gradual itu juga berdampak. "Ya semua kebijakan ekonomi itu pasti ada efek positif dan negatifnya. Kalau efek negatif munculnya importir impleasant dapat dikendalikan dengan memperketat arus impor barang-barang konsumsi dan itu sudah dijalankan Pemerintah, tinggal pengawasan implementasinya," jelasnya.

Kebijakan menaikkan BI rate, menurut Dradjad, juga kurang tepat karena justru akan menaikkan suku bunga kredit yang berimbas pada tingginya rasio kredit macet (Non Performing Loan /NPL). "Dari langkah yang telah ditempuh BI untuk mengantisipasi krisis akhir-akhir ini menunjukkan kemampuan BI untuk melakukan operasi moneter sudah turun," kata Dradjad.

Sedangkan menurut ekonom Indef Aviliani, BI perlu menyiapkan satu skema darurat untuk terjun langsung memutus intermediasi perbankan dalam menjamin kelancaran likuiditas perusahaan dan lalu-lintas ekspor.



Home | About Us | Organization Structure | Publications | Database | Links | Contact | TOP
© 2005 - 2010 INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) - all rights reserved
Website developed by Focus Digital Design - Report Bugs & Errors - Hosted by JakNetwork

 

News
Stimulus fiskal 2010 masih dibutuhkan
Pemulihan ekonomi negara lain bisa picu pelarian modal

----
Peringkat utang RI stabil
----
Pengamat: Ibu Ani Terganggu

----
PRO DAN KONTRA

Penurunan Premium Angkat Daya Beli

----
Premium Turun Cuma Rp 500, Barang dan Transportasi Sulit Turun
----
Manfaatkan Momentum Obama
----
Korupsi Politik dan Yudisial Ancam Demokrasi
----
Ratusan Miliar Uang Bank Domestik Membeku di Indover
----
Perlu Koordinasi Lintas Sektoral untuk Dorong Sistem Resi Gudang
----
IMBAS KRISIS KEUANGAN
Realisasi Insentif Dunia Usaha Harus Segera

----
Siasati Krisis dengan Penempatan TKI Skill
----
Subsidi Naik Rp 15,84 Triliun
----

Presiden Minta Masukan untuk dibawa ke Pertemuan G-20

----
ANTISIPASI DAMPAK KRISIS

Pemerintah Perlu Perbaiki Sistem Kredit UMKM

----
Kurs Dolar AS Menguat Terhadap Rupiah, Inflasi Mengancam
----
Dampak Krisis Global: Implementasi Inpres Sektor Riil Diefektifkan
----
Atasi Krisis? Biarkan Rupiah Depresiasi Gradual
----
Pasar Modal Sektor Pertama Terkena Imbas Krisis AS
----
Pemerintah Salah atasi Krisis
----


Search INDEF
Keywords:
Publications
Database
Articles